You are currently viewing Subuh Mubaraqah Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP. Ikhtiar dan Doa dalam Menghadapi Penyakit Pasca Lebaran

Subuh Mubaraqah Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP. Ikhtiar dan Doa dalam Menghadapi Penyakit Pasca Lebaran

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD. (Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) menyampaikan topik Ikhtiar dan Doa dalam Menghadapi Penyakit Pascalebaran di Era Pandemi pada Subuh Mubaraqah pada Jumat (21/5).

Padang-Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D. mengucapkan terima kasih atas kesediaan Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD. yang merupakan guru besar penyakit dalam dan juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjadi narasumber dalam kegiatan Subuh Mubaraqah pada pagi Jumat minggu ini dan mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Perhotelan dan Pariwisata sebagai penyelenggara Subuh Mubaraqah pagi ini.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubaraqah Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan Fakultas Perhotelan dan Pariwisata pada Jumat (21/5) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. mengajak pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang untuk menerapkan keteraturan hidup konsumsi makanan dengan berpuasa serta keteraturan mengkonsumsi makanan yang cukup dan tidak berlebihan seperti yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD.

Dalam ceramahnya, narasumberProf. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD. yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyampaikan topik tentang Ikhtiar dan Doa dalam Menghadapi Penyakit Pascalebaran di Era Pandemi.

“Sejatinya, puasa merupakan pelajaran keteraturan hidup dan semestinya keberhasilan ibadah puasa kita dapat dilihat pada kehidupan manusia pascalebaran terutama makan yang teratur,” jelas narasumber Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD.

Pada kesempatan itu Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., mengemukakan bahwa sesungguhnya bahwa sakit yang kita alami adalah disebabkan oleh sesuatu yang kita makan dan cara pikir kita yang tidak beres.

Puasa yang sejatinya adalah keteraturan hidup ini dapat dilihat keteraturan hidup kita yakni adanya pengaturan sahur pada waktu yang ditentukan dan berbuka pada waktu yang ditentukan.

Dengan demikian kata Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., keberhasilan puasa itu dapat dilihat yakni setelah lebaran kita dapat menahan diri yakni tidak makan berlebih-lebihan atau mampu mengendalikan diri ketika makan.

“Tubuh kita sesungguhnya juga perlu istirahat sehingga dalam sudut pandang keilmuan Allah menciptakan siang dan malam. Malam diciptakan Allah agar manusia bisa beristirahat karena istirahat itu diperlukan oleh tubuh manusia,” tambah Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD.

Menurut Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD., jika kita berpuasa dan berhasil berpuasa sesungguhnya akan berdampak positif pada kesehatan yang baik pada seseorang dan radikal bebas atau racun akan hilang di dalam tubuh manusia.

“Oleh karena baiknya ibadah puasa itu dan berdampak pada kesehatan, semestinya ibadah puasa itu dilanjutkan pascalebaran seperti puasa Senin Kamis atau pun puasa nabi Daud yakni satu hari puasa dan satu hari tidak berpuasa,” ajak Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD. (ET)

Sumber : https://www.beritaminang.com/berita/10516/subuh-mubaraqah-unp-pagi-ini-ikhtiar-dan-doa-dalam-menghadapi-penyakit-pascalebaran.html

Materi : Download

Leave a Reply